Jumat, 02 Juni 2023

Kilas Perjalanan, Kenangan Kita Waktu itu



Perjalanan jamaah calon haji 2023 kloter 26 Jawa Tengah dari KBIH Al Ittihad mengingatkan dan menggugah memori perjalanan haji kita empat tahun silam. Betapa tidak, perjalanan dan jadwalnya hampir sama dengan perjalanan kita kala itu.


Diawali dengan keberangkatan dari Magelang dan tiba di Asrama Haji Donohudan pagi, selepas solat Subuh di luar asrama. Kamis pagi waktu itu, hingga kemudian berkumpul di ruang penyambutan. Hal yang sama tentunya untuk kegiatan musim tahun ini, kenangan selebihnya tentunya adalah pemberian gelang "suci" sebagai identitas kita selain paspor. 


Mungkin diantara kita  ada yang masih mengenang ketika mendapat tanda "kehormatan" selaku karu dan karom. Namun yang lebih membahagiakan kita saat itu adalah karunia dan anugerah Allah, yang telah memanggil kita menjadi tamu-Nya. Meski baru sampai di Asrama, bahkan masih di tanah air.


Jumat dini hari tadi, persis seperti kita dulu. Mengantri dan menunggu bis yang akan mengantar jamaah menuju bandara untuk segera meninggalkan tanah air. Pukul 02.35 jamaah kloter 26 masuk pesawat bahkan sudah mulai bergerak. Teringat ketika itu, mungkin kita masih mengingat orang yang duduk di sebelah kita. Bisa jadi, itu adalah orang yang benar kita cintai. Bahkan mungkin di antara orang-orang itu telah lebih dulu berpulang. Rasanya baru kemarin hal itu berlangsung. 


Pukul 11.20 WAs, jamaah kloter 26 termasuk keluarga kita dari Al Ittihad dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Madinah. Kita ingat, saat-saat pertama tiba di tanah suci Madinah. Rasa syukur haru berbaur hingga kita tidak kuasa berkata, hanya buliran putih bak berlian turun dari sudut mata kita. Rasa rindu yang tak tertahankan kepada junjungan kita, Rosul kekasih Allah. Sosok yang belum pernah kita bertemu, namun kita meyakininya. Mungkin hal yang sama dirasakan oleh jamaah hari ini yang sedang dalam perjalanan udara menuju Bandara Madinah.


Dalam perjalanan menuju "Kota Nabi", betapa syukurnya kita terhadap kesuburan tanah air kita. Di sisi lain, kita tertegun dan kagum dengan perjuangan Nabi dan sahabatnya dalam menegakkan dan menyebarkan Islam. Di tengah tanah yang tandus dan gersang.


Kembali kita terdiam, membisu, bahkan tidak ada kata yang terucap kecuali deraian air mata. Tatkala dari kejauhan mulai nampak menara Masjid Nabawi dan payung-payung raksasanya. Sesaat lagi, kita akan segera tiba di persinggahan dan bergegas menuju solat Jumat pertama di Masjid itu, kala itu. 


Mewahnya hotel dengan berbagai fasilitas, tidak mampu menghentikan niat dan asa untuk segera melaksanakan solat di masjid itu. Sayup terdengar suara azan, sebagai pertanda waktu solat segera tiba. Betapa rapuh dan lemahnya kita saat itu. Sebagai imam rumah tangga yang tegar dan tegas dalam mengatur keluarga. Ternyata tidak mampu membuat beteng untuk menahan air mata terus menetes.


Meskipun terlambat hadir di masjid, meskipun "hanya" solat jumat di teras masjid itu. Namun sekali lagi, ini adalah emperan masjid Nabi. Bahkan di kota yang disucikan. Allah telah memampukan kita datang ke kota Nabi, berkunjung dan ziarah ke makam Rosul. 


Semoga juga Allah memberikan kemudahan keselamatan dan kesehatan kepada saudara kita jamaah calon haji kloter 26 dari Al Ittihad khususnya serta jamaah haji pada umumnya. Teriring doa;


زَوَّدَكَ اللهُ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ وَيَسَّرَ لَكَ الخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ

_Zawwadakallâhut taqwâ, wa ghafara dzanbaka, wa yassara lakal khaira haitsumâ kunta._


Artinya: “Semoga Allah membekalimu dengan takwa, mengampuni dosamu, dan memudahkanmu dalam jalan kebaikan di mana pun kau berada.


Magelang, 2 Juni 2023


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mendaki Gunung

Untuk ananda Arfian Hari ini kamu melakukan kegiatan mendaki gunung.  Seperti kegiatan yang pernah kamu lakukan bersama teman-temanmu.  Aku ...