Untuk ananda Arfian
Hari ini kamu melakukan kegiatan mendaki gunung.
Seperti kegiatan yang pernah kamu lakukan bersama teman-temanmu.
Aku dukung semangat dan motivasimu.
Kamu persiapkan segalanya, hingga hal-hal kecil yang mungkin kamu butuhkan.
Butuh berhari-hari, untuk mematangkan rencanamu.
Bahkan mungkin saja, kamu tak bisa lepas dari pikiran tentang mendaki.
Hanya untuk sebuah pendakian, tak lebih.
Nak, sadarkah kamu?
Kamu tengah mencoba menaklukkan sebuah masalah.
Ya, sebuah masalah yang bisa saja terjadi dalam kehidupan manusia.
Dalam kehidupan, tentu banyak masalah.
Bukan hanya untuk ditaklukkan, bahkan dihindari.
Tapi harus kamu hadapi dan selesaikan.
Sadarkah kamu...
Bila hanya untuk satu pendakian saja,
Kamu butuh beberapa hari untuk mempersiapkannya.
Bagaimana dengan nasib dan masa depanmu?
Sudahkah kamu memikirkan dan menyiapkannya?
Nak, sadarlah...
Bahwa untuk menyongsong masa depanmu,
Tidaklah cukup hanya dengan semangat dan motivasi.
Diperlukan setrategi dan pengendalian diri.
Setiap masalah dalam kehidupan ibarat sebuah gunung yang lengkap dengan tebing dan jurang.
Kaku tidak harus selalu mendakinya. Bisa saja kamu berputar arah untuk sampai di balik gunung itu.
Nak...
Bila kamu memahami apa itu masa depan,
Pasti kamu akan mempersiapkan segalanya.
Persiapan yang jauh lebih baik, dari sekedar persiapan mendaki.
Sebagai jiwa pendaki, tentu hanya ada satu tujuan.
Maju dan terus mendaki untuk mencapai puncak.
Namun, kamu harus sadar.
Tak selamanya kamu akan berdiam di puncak itu.
Begitupun dengan kehidupan ini,
Untuk mencapai sebuah kesuksesan, kamu harus bersiap sejak dini.
Bahkan, tak mungkin kamu akan tetap berada pada satu kesuksesan. Kamu harus belajar merengkuh kesuksesan-kesuksesan yang lain.
Bila kamu telah selesai pendakian,
Bukan cerita heroik yang akan kamu sampaikan.
Bukan pula syahdunya suasana yang menggugah iba.
Tapi...
Langkah yang akan kamu lakukan setelahnya.
Bisa saja, kamu akan memeragakan strategimu.
Untuk mendaki masa depan yang tidak hanya terjal, tapi juga curam.
Persiapkanlah segalanya lebih baik lagi,
Tidak ada orang lain yang lebih memahami dirimu, selain kamu.
Berusahalah untuk menjadi dirimu sendiri, bukan orang lain.
Berubahlah dari hal-hal yang tidak baik, menjadi baik bahkan lebih baik lagi.
Karena...
Sesunguhnya Allah tidak merubah nasib seseorang,
Hingga orang tersebut merubahnya sendiri.
Selamat mendaki, nak.
Nikmatilah setiap keindahan dan kebesaran karinia-Nya.
Namun jangan terpukau dengan nikmatnya dunia.
Karena...
Takkan diperoleh suatu hasil, pada diri yang dimanjakan.
Selamat berproses..
Sebagaimana ulat menjadi kupu.
Sebagaimana gerumis menjadi pelangi.
Dan sebagaimana dirimu yang akan bertanggungjawab pada diri sendiri.
Paten, 7 Juli 2024
1 Muharram 1446
